Sunday, November 24, 2013

Tulisan Sore

Duduk di depan komputer sambil menyesap secangkir teh hangat di sore hari. Benar-benar sejenak aku lupa bahwa aku seharusnya bedrest. Seminggu beristirahat tak boleh bergerak sama sekali, sempat membuatku urung-uringan karena begitu aku diam, semua pikiran jelek akan masuk sekenanya dalam benakku. Semua kenangan terkutuk yang mati-matian ingin aku lupakan.

Semua orang pernah mengalami ini. Itu jaminan buatku yang seharusnya membuatku tenang dan yakin bisa melewati semua ini. Tapi tetap saja rasa sakit itu tak segera berkemas dan pergi dari kehidupanku. seakan menikmati setiap menit ketika aku menolak nama itu disebut di dekatku atau ketika bayang-bayang berkelebat di benakku.

Bersyukurlah. Ya, aku bersyukur pada Tuhanku yang maha kasih dan penuh misteri. Ini semua misinya sedari awal untuk membebaskanku dari kebodohan yang aku buat sendiri. Kalau saja rasa sakit ini bisa hilang, ya aku bersukacita karena apa yang awalnya kulihat sebagai cinta ternyata sebuah kedok dari seorang manusia yang tidak puas dengan keberadaannya.

Memaafkan? Ya, aku memaafkan. Lebih sulit memaafkan diri sendiri karena membiarkan orang lain menyakiti kita. You should know better! Harusnya kita tahu, logika dipatahkan saat kita jatuh cinta. Ia tidak bersuara saat cinta merajalela mematikan semua suara dalam batin kita.

Bahkan apa yang salah menjadi benar dan semua sakit dan tangis adalah buah pengorbanan. Tapi apakah pantas semua itu pada akhirnya kalau aku sendiri tahu semua ini tak berujung.

Dan itu menjadi alasannya. Aku tertawa pahit...kalau dia tahu itu kenapa dari awal dia berusaha mendapatkanku hanya untuk kemudian berkata ini semua tidak berujung?

Seperti kisah bunga mawar, kalau kau tertarik keindahan tapi tahu tak dapat memeliharanya mengapa juga kau petik.
Pada akhirnya bunga mawar itu layu dan mati dan kau pergi begitu saja karena tamanmu sudah kau tanam bunga lain.
Seharusnya kau biarkan saja mawar itu di tamannya...jangan bernafsu karena keindahannya kemudian menghancurkannya.

Lamunanku terhenti...aku harus menyerah...bukan pada sakit ini tapi pada Tuhan.

Ini yang terbaik.

Wednesday, November 13, 2013

One More Day

Just one more day, Lord
Help me get throught it
One more day...

Friday, November 8, 2013

Salah Besar/Biggest Mistake

Kesalahan terbesarmu adalah ketika kau berpikir bisa memilikiku dan merebutku  dari Dia yang jauh lebih menyayangiku

Your biggest mistake was when you thought you can have me and take me away from Him who loves me even more

Wednesday, November 6, 2013

Still Me

Yes...i'm deeply hurt...
Broken...and tired...
Yes..i'm a little silent (for now)
But...aside all that...i'm still me
Nothing you've done changed me
I'm still me...
I still like eating my chocolate
Singin' "The Runaway Train" (that you hate so much!)
I still laugh loudly (though rarely for now)
I still reading my books and write (which you never appreciated by the way)
I'm still crying over you
But also i still make friends wherever i go
I still bump my knees into those stupid furniture...though you no longer here to comfort me
I still like to run like a little kid
Though you didn't chase me anymore
See...no matter what you did or do
I'm still me...always me...with or without you

Friday, November 1, 2013

Jangan Paksa

Jangan paksa aku untuk tidak bersedih karena kehilanganmu
Jangan paksa aku untuk tetap tersenyum melihat kau pergi
Jangan paksa aku menerima garis takdir ini
Jangan paksa aku untuk tidak terluka saat kau menyakiti berulang kali
Jangan paksa aku untuk masih dapat melihat wajahmu karena aku mau melupakannya
Jangan paksa aku untuk tidak melukai hatimu karena aku tak pernah ada di situ
Jangan paksa aku untuk tinggal diam sementara kau berbahagia dengan pilihanmu
Jangan paksa aku untuk mengingat indahnya dahulu karena dulu tidak pernah ada